Auteur Rizal Iwan
|
|
Documents disponibles écrits par cet auteur (7)
Faire une suggestion
Affiner la recherche Interroger des sources externes![]()
texte imprimé
Memainkannya tidak boleh main-main. Jani terjebak dalam kutukan permainan congklak misterius. Kutukan itu membawa Creepy Case Club ke petualangan baru. Mereka berhadapan dengan sebuah legenda tentang kerajaan purba dan cerita mengerikan yang ber[...]![]()
texte imprimé
Saat liburan di desa kecil tempat ayah Vedi tinggal, Creepy Case Club berhadapan dengan misteri yang lama tak terpecahkan: hilangnya seorang anak di desa tersebut. Menurut takhayul setempat, ini ada hubungannya dengan pohon angker • di dekat rum[...]![]()
texte imprimé
Ada satu jendela yang tak pernah terlihat penghuninya. Karena sekolah sedang ditutup, Namira dan kawan-kawannya harus beradaptasi dengan kebiasaan baru: sekolah online dari rumah. Suatu hari, ruang kelas online mereka disusupi satu sosok tak dik[...]![]()
texte imprimé
Di panggung seharusnya ada empat penari, tapi kenapa ada sosok kelima yang ikut menari? Namira, Vedi, dan Jani tiba di penghujung masa SD mereka. Saat sedang mempersiapkan pentas acara perpisahan sekolah, mereka dikagetkan oleh kemunculan sosok [...]![]()
texte imprimé
Di saat semuanya mulai membaik, terjadilah sesuatu yang ganjil. Setelah mulai terbiasa hidup dengan indra keenamnya, Parva, seorang anak indigo, tiba-tiba tidak lagi bisa melihat hantu. Bukan itu saja, satu per satu, indranya yang lain juga mula[...]![]()
texte imprimé
Nyanyikan ketika sedang sendiri, dan dia akan datang. Namira adalah gadis kecil yang tidak biasa. Baginya, hantu bukan untuk ditakuti dan ia justru bersimpati dengan tokoh-tokoh jahat dalam dongeng. Setelah tak sengaja menyanyikan sebuah lagu la[...]![]()
texte imprimé
Apakah bakat itu sebuah berkah atau kutukan? Sekolah Namira, Vedi, dan Jani dibuat heboh ketika Parva si murid baru menjerit-jerit ketakutan di dalam kelas, seperti melihat sesuatu yang tidak tampak oleh murid lain. Seisi sekolah menganggap Parv[...]
Accueil

