|
Titre :
|
Kompas, N°278 - Avril 2026 - Turuti Saja Maunya : Cerita tentang lapar, kompromi, dan ketekunan menjadi latar di balik gemerlap panggung. Kedewasaan dan popularitas berjalan beriringan dan membuat musisi dapat lebih bijak memaknai kebutuhan dan kesederhanaan. Permintaan-permintaan yang tampak remeh sesungguhnya hanyalah bahasa lain tentang kelelahan, kendali, dan pencarian kenyamanan. Mereka membutuhkan itu untuk mendapatkan energi maksimal di atas panggung. Demi kebahagiaan penonton juga. Jadi, turuti saja maunya.
|